Sunday, April 28, 2019

Pengalaman Pertama Trekking di Torres del Paine, Patagonia, Chile

Berawal dari melihat gambar Las Torres (The Towers) sekitar 2 tahun lalu, saya berkeinginan untuk melihatnya secara langsung. Sehingga begitu saya memilih untuk menuju Patagonia, melakukan trekking untuk melihat The Towers hampir pasti harus dilakukan.

Maap kotor, susah editnya biar kabutnya ilang terus emang gak jago photoshop :(

Tentang Trekking di Torres del Paine
Di Chilean Patagonia terdapat beberapa jenis trekking berhari-hari, yakni W Trek, Q Trek, dan O Trek. Hal yang membedakan ketiganya adalah rute yang diambil dan durasi yang dibutuhkan.

Rute W, O, dan Q Trek (source)

Karena sadar atas kemampuan fisik dan keterbatasan waktu, nggak mungkin saya melakukan salah satu dari ketiganya. Untungnya ada jenis trekking lain yang hanya membutuhkan waktu sehari, yakni day hike to the base tower. Akhirnya saya cari tau lebih lanjut dan memutuskan untuk melakukan ini karena dengan ini saya bisa melihat The Towers secara langsung.

Day trekking ini memiliki jarak 20 kilometer (saya ambil rata-rata aja, ada yang bilang 17 - 24 km) dari awal hingga selesai. Jalur yang digunakan saat berangkat dan kembali adalah sama, sehingga jarak sekali jalan adalah 10 kilometer. Durasinya berkisar dari 7 jam hingga 10 jam, tergantung kecepatan trekker. Medan yang ditempuh bervariasi tingkat kesulitannya, mulai dari rendah hingga tinggi, mulai dari jalan datar sampai kemiringan 45 derajat, mulai dari jalan setapak hingga jalan penuh bebatuan.

Rute trekking ke Mirador Las Torres (Lookout Base Tower)

Saturday, April 13, 2019

Lounge Review: Al Safwa First Class Lounge Doha

Salah satu manfaat terbang di kelas non-ekonomi adalah mendapatkan akses ke lounge sambil menunggu penerbangan. Qatar Airways memiliki beberapa lounge di Doha, yakni:
  • Business Class Lounge: untuk member Privilege Club tier Silver dan Gold serta oneworld Sapphire
  • First Class Lounge: untuk member Privilege Club tier Platinum serta oneworld Emerald
  • Al Mourjan Business Lounge: untuk penumpang business class Qatar Airways dan maskapai oneworld lain
  • Al Safwa First Lounge: untuk penumpang first class Qatar Airways dan maskapai oneworld lain
Setelah pernah mencoba ketiga lounge pertama, akhirnya saya bisa mencoba “true” first class lounge-nya Qatar Airways!

Location
Dari departure area, penumpang bisa menuju Al Safwa yang terletak 1 lantai di atas. Petujuk yang diberikan cukup jelas, terutama kalau sudah ketemu boneka beruang kuning raksasa. Setelah tiba di atas eskalator, akan disambut oleh petugas di main reception desk. Saya bilang main karena sebenernya ada pintu masuk lain, yakni kalau penumpangnya melakukan check-in dari Doha dan melewati imigrasi khusus. Nanti akan ada akses terpisah untuk langsung menuju Al Safwa tanpa perlu ke main departure area. Ekslusif!

Main reception


Reception desk direct from immigration

Sunday, March 31, 2019

Office Graduation Trip Part 2: Yogyakarta

Akhir pekan kali ini saya habiskan di Singapore untuk menghadiri pernikahan Valerie dan Jason. Pas lagi bengong nungguin boarding dalam rangka pulang kemudian tersadar bahwa saya belum nulis tentang liburan ketika Valerie resign dari kantor.

Secara nggak resmi, setelah Office Graduation Trip part 1 ke Singapore dalam rangka merayakan lulusnya Tazkia dari kantor, kami berdelapan berniat untuk selalu jalan-jalan bareng ketika ada yang lulus dari kantor. Sebulan setelah Tazkia lulus, Valerie mengikuti langkahnya.

p.s.: Mereka berdua akhirnya kembali lagi ke kantor tercinta walaupun di cabang berbeda. Masih belum ditentukan apakah kita akan liburan kembali ketika mereka resign lagi.

Yogyakarta dipilih karena harga tiketnya yang terjangkau. Sebenernya antara Yogya atau Kuala Lumpur, tapi semua ngerasa nggak banyak yang diliat di Kuala Lumpur. Setelah destinasi serta tanggalnya ditentukan, Valerie dengan sangat sigap langsung pesen hotel.

Hotel Adhisthana Yogyakarta

Hari 1
Semua ambil flight pagi dari Jakarta kecuali saya. Hal ini dikarenakan saya ada undangan ke nikahan temen, jadi ambil flight yang siang supaya bisa datang ke resepsinya dulu. Begitu tiketnya udah dibeli saya baru sadar kalo resepsinya adalah di keesokan hari… Ruginya double deh, udah hilang setengah hari di Yogya, nggak bisa dateng ke nikahan temen juga :(

Wednesday, February 27, 2019

Itinerary Liburan di Negara-Negara Balkan

Sebenernya perjalanan ini terjadi bukan karena saya pengen banget ke Balkan. Melainkan karena saya pengen menggunakan benefit free upgrade dari economy class ke business class sebagai Gold Member-nya Qatar Airways Privilege Club. Sama ceritanya dengan liburan ke Polandia dan Baltik di tahun sebelumnya. Setelah bongkar pasang rute supaya nemu harga tiket Qatar Airways yang bisa upgrade ke business class dan menggunakan Qsuite, terpilihlah destinasi liburan di negara-negara Balkan.

Mostar, Bosnia and Herzegovina

ITINERARY 
Hari 0: Jakarta – Hong Kong
Terbang pagi hari dari Jakarta ke Hong Kong lewat Singapore. Walaupun niatnya nunggu di bandara aja selama di Hong Kong, tapi akhirnya bosen dan ke kota karena pesawat dari Singapore mendarat jam 5 sore sementara pesawat ke Doha baru akan terbang tengah malam. Menyempatkan diri ke tengah kota untuk ngetes seberapa wide lensa baru. Sengaja foto di tempat yang sama supaya keliatan bedanya hahaha noraknya.

Hari 1: Hong Kong – Sarajevo – Mostar (Bosnia & Herzegovina)
Tengah malam terbang dengan Qatar Airways menuju Doha sebelum lanjut ke Sarajevo. Penerbangan sekitar 8,5 jam dari Hong Kong ke Doha dan 5,5 jam dari Doha ke Sarajevo. Setelah perjalanan panjang, akhirnya saya mendarat di Sarajevo jam 11 pagi.

Economy class rasa business class :))

Menyempatkan keliling kota Sarajevo dengan jalan kaki dan geret koper karena nggak nemu tempat penitipan koper di tengah kota. Sehingga keliling di Old Town aja dan ngeliatin burung dara di sekitar Sebilj.

Old Town Sarajevo

Sarajevo

Sekitar jam 3 sore saya menuju terminal untuk naik bis selama 3 jam ke Mostar. Sampai Mostar langsung ke hostel dan tidur.

Sunday, January 27, 2019

Jambu Ke… YouTube?!

Sejak Agustus tahun lalu saya mencoba mengaktifkan Google Ads di blog saya. Sebenernya niat awalnya adalah pasang ads ketika page view tembus 1 juta, tapi baru sempet set-up beberapa bulan kemudian. Kenapa 1 juta? Karena saya nggak mau pas view-nya masih sedikit blognya udah banyak iklan :p

Walaupun rasanya masih dikit “hasil”-nya, rasanya seneng kalo dari blog ini bisa menghasilkan uang secara "otomatis". Belum bisa cair sih karena masih di bawah threshold pembayaran berhubung selain masih dikit yang view dan klik, sempet error sana-sini juga dan saya nggak ngeh selama beberapa minggu. Tapi lumayan lah ya, better to have something than nothing. Seenggaknya biaya bayar domain udah mulai nutup hahaha.


Nah, melihat hasil dari Google Ads di blog, saya jadi kepikiran untuk enable ads di YouTube juga. Ini karena belakangan saya lagi suka nonton YouTube dan nyadar kalo udah banyak video-video yang dipasangin iklan. Jadilah saya upload beberapa video dan cari tau gimana cara pasang iklannya. Ternyata eh ternyata, YouTube mengharuskan akun untuk memiliki 1.000 subscribers serta total waktu tonton selama 4.000 jam dalam 1 tahun terakhir. Berhubung nggak pernah diurus, jadi saya masih jauh untuk mencapai threshold itu. Oleh karena itu melalui tulisan itu saya meminta kalian untuk nonton video saya, abis di-play gak apa-apa kok ditinggal buka tab lain, asal jalan videonya hahaha.