Greetings from Tokyo!
Saya sudah merencanakan post dengan awalan di atas tapi sama sekali nggak mengira bahwa kontennya akan seperti di bawah.
Pagi ini saya terbang ke Jakarta. Setelah check-out dari hotel, saya jalan menuju stasiun Ueno untuk naik Skyliner ke Narita Airport. Cuaca Tokyo pagi ini gerimis, namun masih kecil sehingga saya nggak perlu mengeluarkan payung. Selama perjalanan di kereta saya main handphone dan baca buku. Saya cukup excited karena hari ini akan mencoba produk pesawat baru. Produk ini adalah produk keempat yang akan saya coba dalam perjalanan ini, setelah berhasil mencoba tiga produk baru sebelumnya beberapa hari lalu.
Kereta tiba di Narita Airport dan ketika saya mengambil koper saat mau turun dari Keisei Skyliner, saya sadar bahwa tas kamera saya nggak ada di pundak. Selain berisi kamera dan dua lensa, di dalam tas tersebut ada semua paspor saya. Jantung saya berasa mau copot. Saya balik badan cek ke kursi dan cek kolong, nggak ada. Balik ke tempat koper, nggak ada. Keluar kereta, kemudian masuk lagi ke pintu belakang buat cek kursi lagi di bagian atas, tetep nggak ada.
I must’ve left it at Ueno Station when I dropped all my bags looking for cash to pay the ticket from a vending machine.
Saya langsung mikir dan menyesal harusnya gak usah consider bayar pakai cash. Ini karena di kantong kanan udah ada dompet kartu kredit yang siap dipakai; sengaja saya masukin kantong celana supaya gampang diambil karena biasanya dompet saya masukin ke ransel. Namun tadi yang saya pikirin hanya cara mengurangi uang cash terutama koin di dompet. Ketika saya sudah mendapatkan dompet cash di tas dan mengambil tas serta koper, tas kamera tidak saya ambil.
Saya tiba di Narita jam 08.01 pagi sementara pesawat terbang jam 10.05. Karena sudah pasti nggak bisa terbang mengingat jauhnya Narita dari Ueno, saya jadi ketawa-ketawa aja. Saya keluar gate di stasiun Narita, lalu beli tiket Skyliner lagi menuju Ueno Station. Jadwal keberangkatan 08.29 dan jadwal tiba di stasiun Ueno jam 09.19. Selama di kereta saya mencoba mencari opsi kembali ke Jakarta, dengan tetap gusar apakah benar tas saya ketinggalan di stasiun. Karena jika benar tertinggal, saya berasa sedikit lebih tenang karena saya di Tokyo, di mana saya banyak dengar cerita barang hilang akan ditemukan. Sementara kalau nggak ada, one of the worst nightmares of every travelers will happen: losing a passport.
Kembali beli tiket balik ke Ueno Station
Ketika kereta tiba di stasiun Ueno, saya menuju pilar tempat saya meletakkan semua tas saya. Tidak ada. Deg-degan.
Kemudian saya langsung mencari petugas dan diarahkan ke bagian informasi. Saya bilang bahwa tas saya tertinggal tadi pagi dan memberikan foto tas tersebut. Petugas bergumam lagi melihat ke bawah meja. TAS KAMERA SAYA ADA!!! Alhamdulillaaahhh!
Tas kamera saya yang tertinggal
Reunited. Alhamdulillah!!!
Urusan tas sudah selesai, berikutnya saya melanjutkan mencari pilihan pulang ke Jakarta, Opsi pertama tentu cari tiket termurah yang alhamdulillah harganya masih masuk akal untuk tiket last minute. Opsi kedua muncul ketika saya mengurus refund tiket yang tidak jadi saya gunakan dan iseng cek tiket menggunakan miles. Ternyata produk yang sama tersedia untuk penerbangan besok!
Rungsing di pinggir jalan
Long story short, saya tidak bisa beli tiket tersebut. Pertama karena miles di account saya kurang. Kedua karena saya coba refund dan reschedule juga tidak bisa karena saya sudah online check-in, sehingga harus minta operating carrier-nya untuk cancel online check-in. Saya sudah menelpon maskapai, namun karena sudah terbang pesawatnya sehingga saya hanya bisa menunggu tiket-nya di-cancel secara otomatis ketika pesawat mendarat.
Laptop buat hubungin airline yang saya pakai buat redeem miles, handphone buat hubungin airline yang saya harusnya terbang
Sehingga saya kembali ke pilihan awal dan beli tiket yang akan terbang dalam 4 jam ke depan. Kali ini saya pilih penerbangan dari Haneda karena waktu transit lebih singkat dan pesawat pertama merupakan wide-body. Sekarang saya lagi duduk di bandara Haneda sambil menunggu counter check-in buka.
Benar-benar pengalaman yang bikin istighfar. Alhamdulillah banget tas saya beserta semua isinya masih bisa balik, terutama paspor. Bikin mikir banget bisa-bisanya ninggalin tas berisi paspor dan kamera, padahal biasanya selalu nempel. Kejadian seperti ini bikin refleksi diri saya punya kekurangan apa lagi selain ceroboh dan bego haha.
Sempet-sempetnya saya ambil tiga foto di bawah dengan kondisi tas kamera saya sudah tertinggal di balik pilar.
Semoga perjalanan lancar sampai saya kembali ke Indonesia nanti malam. Aamiin.








No comments:
Post a Comment